7 Keajaiban Dunia Terhebat

7 Keajaiban Dunia Terhebat

  • Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:2 mins read

Seorang guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.

Tepat sebelum kelas usai siang itu, semua siswa diminta untuk mengumpulkan tugas mereka. Seorang gadis kecil yang paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan ragu-ragu. Tidak ada seorangpun yang memperhatikan hal itu.

Malamnya sang guru memeriksa tugas itu. Sebagian besar siswa menulis demikian:

Tujuh Keajaiban Dunia:

  1. Piramida
  2. TajMahal
  3. Tembok Besar Cina
  4. Menara Pisa
  5. Kuil Angkor
  6. Menara Eiffel
  7. Kuil Parthenon

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.

Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut. Tapi guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir. Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang guru terdiam.

Lembar terakhir itu milik si gadis kecil pendiam. Isinya seperti ini:

Tujuh Keajaiban Dunia:

  1. Bisa Melihat
  2. Bisa Mendengar
  3. Bisa Menyentuh
  4. Bisa Disayangi
  5. Bisa Merasakan
  6. Bisa Tertawa, dan
  7. Bisa Mencintai

Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran tugas siswanya. Kemudian menundukkan kepalanya berdoa, mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat, yaitu tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban, karena keajaiban itu ada di sekitar kita.

Keajaiban itu ada pada diri kita sendiri, semua indra pada tubuh dan segala kerumitan rancangan nan maha ajaib ada pada tubuh kita, terlebih lagi rahasia-rahasia ketuhanan yang tak terjangkau akal melingkupi tubuh kita, itulah keajaiban-keajaiban yang jarang kita kagumi dan jarang kita syukuri. Karena itu renungilah sebentar, betapa anugerah Tuhan Yang Maha Pengasih telah banyak kita terima, segala anugerah-Nya adalah keajaiban, karena itu syukurilah apapun pahit manis kehidupan yang kita jalan

BACA JUGA:  NASEHAT EMAS DARI IMAM SYAFI'I

Sumber: Rizal Amalia

Tinggalkan Balasan