Budidaya Ayam KUB, Ayam Kampung 10 Minggu Panen
Gambar oleh technology-indonesia.com

Budidaya Ayam KUB, Ayam Kampung 10 Minggu Panen

  • Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:3 mins read

Permintaan ayam kampung yang setiap tahun meningkat namun ketersediaan menurun dapat menjadi peluang bagi peternak maupun wirausahawan yang tertarik membudidayakan ayam KUB. Karena selain sebagai ayam pedaging ayam KUB dapat anda manfaatkan telurnya untuk dijual.

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) merupakan ayam kampung asli hasil inovasi dari Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian.

Kelebihan Ayam KUB

Ayam KUB memiliki karakter ayam kampung asli. Namun memiliki keunggulan yang lebih baik daripada ayam kampung biasa.

1. Pertumbuhan Cepat

Keunggulan utama dari ayam KUB adalah pertumbuhan yang jauh lebih cepat daripada ayam kampung biasa. Ayam KUB bisa mancapai bobot badan 1 kg pada umur 70 hari saja atau sekitar 10 minggu. Sedangkan ayam kampung biasa, untuk mencapai bobot yang sama, memerlukan waktu lebih lama, sekitar 12-16 minggu.

2. Produksi Telur Tinggi

Ayam KUB dapat memproduksi telur 160-180 butir per tahun. Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan produksi telur ayam kampung biasa. Jika anda pelihara dengan metode pemeliharaan intensif yang sama, ayam kampung biasa hanya menghasilkan telur 146 butir pertahun.
Dari telur yang dihasilkan, ayam KUB memiliki daya tetas sebesar 85%. Misalkan bertelur sebanyak 100 butir dan ingin anda tetaskan, maka peluang telur untuk menetas menjadi anakan ayam adalah 85 butir.

3. Umur Bertelur 

Ayam KUB mulai bertelur di umur 20-22 minggu. Ini artinya ayam KUB lebih cepat bertelur daripada ayam kampung yang biasanya bertelur di umur 20-24 minggu.

4. Masa Mengeram Rendah

Setelah bertelur, ayam memasuki masa mengeram sebelum bisa bertelur kembali. Masa mengeram ayam yang berkurang hingga tinggal 10% sehingga ayam cepat bertelur kembali.

BACA JUGA:  Cara Membuat Pakan Ayam Bernutrisi Tinggi

5. Konversi Pakan Rendah

Konversi pakan ayam KUB berada di angka 3,8 kg pakan per kg telur. Artinya, untuk menghasilkan telur seberat 1 kg, ayam KUB hanya membutuhkan pakan sebanyak 3,8 kg. Angka ini jauh lebih rendah dari konversi pakan ayam kampung biasa yang berada di angka 4,9-6,4 kg.

Konversi pakan yang rendah tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi peternak, sebab akan menekan biaya pakan. Kita ketahui bahwa umumnya biaya pakan dalam budidaya ayam adalah 80% dari biaya produksi. Untuk membuat pakan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi, anda dapat melihatnya di Cara Membuat Pakan Ayam Bernutrisi Tinggi.

6. Mortalitas Rendah

Hal yang tak kalah penting dalam usaha ternak adalah mengontrol mortalitas atau tingkat kematian, terutama pada saat ayam masih kecil. Para pakar unggas mengatakan bahwa jika dipelihara dengan baik, mortalitas ayam KUB dibawah umur 6 minggu cukup rendah, dibawah 5%. Angka ini terpaut jauh dengan ayam kampung biasa dengan mortalitas sekitar 27%. Bahkan jika hanya dibiarkan berkeliaran, mortalitas ayam kampung biasa bisa sampai 50%.

Tinggalkan Balasan