You are currently viewing [4-Langkah] Membuat Kompos Organik dari Sampah Dapur

[4-Langkah] Membuat Kompos Organik dari Sampah Dapur

  • Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:2 mins read

Tahukah Anda dengan memilah, mendaur ulang, dan membuat kompos, satu keluarga beranggotakan 4 orang dapat mengurangi sampah mereka dari 1000 Kg menjadi kurang dari 100 kg setiap tahun. Pengomposan adalah cara mudah untuk mendaur ulang yang melibatkan penguraian sampah dapur sehari-hari menjadi tanah subur.

Kompos adalah sisa-sisa bahan organik yang telah mengalami pelapukan, bentuknya berubah (menjadi seperti tanah), tidak berbau, dan mengandung unsur yang dibutuhkan tanaman. Kompos juga merupakan salah satu jenis pupuk organik yang berasal dari penguraian/dekomposisi bahan organik oleh mikro-organisme aktif (bakteri/jamur/mikroba).

Manfaat kompos untuk tanaman

  1. Merupakan sumber hara makro dan mikromineral secara lengkap.
  2. Memperbaiki pH pada tanah masam.
  3. Mengandung humus yang sangat dibutuhkan untuk peningkatan hara makro dan mikro pada tanah.
  4. Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur
  5. Meningkatkan daya serap air oleh tanah
  6. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
  7. Mengurangi pertumbuhan / serangan penyakit tanaman

Cara membuat kompos organik

Langkah 1 – Pisahkan Sampah Anda.

Mulailah memisahkan sampah dapur yang dapat dimakan seperti kulit sayur, kulit buah, sedikit sisa makanan matang, dll dalam satu wadah. Isi wadah lain dengan sampah kering seperti daun kering, serbuk gergaji, potongan koran, bahan pengemas dll. Tutup kedua wadah untuk menghindari infiltrasi serangga, lalat, dan cacing.

Langkah 2 – Buat Tempat Pengomposan.

Pilih wadah – bisa apa saja, dari ember ke tempat sampah biasa atau pot taman. Bor sekitar 4-5 lubang di sekitar wadah pada tingkat yang berbeda untuk membiarkan udara masuk dengan mudah. Untuk menghindari tumpahan, letakkan koran atau nampan di bawah wadah Anda. Lapisi bagian bawah wadah dengan tanah.

Langkah 3 – Memulai Proses Pengomposan.

Untuk menjaga keseimbangan sampah kering dan sampah basah, tambahkan sisa makanan dan sampah basah secara bergantian di tempat sampah. Misalnya jika Anda menambahkan satu cangkir sisa makanan seperti sayur atau buah, tambahkan satu cangkir sampah kering seperti daun kering, serbuk gergaji, juga sisa koran. Jangan lupa tambahkan tanah setiap minggu. Untuk mempercepat prosesnya, Anda bisa menambahkan tanah setengah kompos ke kompos Anda.

BACA JUGA:  Tabulampot Delima, Buah Surga

Langkah 4 – Perhatikan

Tambahkan lubang ekstra saat kompos Anda mulai berbau karena sampah yang tidak seimbang di tempat sampah. Siram dengan air jika kompos terlalu kering. Setelah beberapa hari, gunakan penggaruk untuk meratakan campuran dan memberikan udara yang cukup agar limbah berhasil terurai. Mulailah menggunakan kompos Anda setelah siap dalam jangka waktu 2-3 bulan di area taman atau tanaman pot setelah sampah kering berwarna coklat tua yang berubah menjadi kompos siap pakai.

Tinggalkan Balasan