You are currently viewing Jenis Kolam Ikan yang Sering Digunakan

Jenis Kolam Ikan yang Sering Digunakan

  • Post author:
  • Reading time:5 mins read

Kolam ikan adalah perairan terkendali, danau buatan, atau reservoir air yang digunakan untuk memelihara sejumlah ikan untuk aktivitas budi daya ikan, pemancingan rekreasi, atau hiasan. Salah satu tujuan pembuatan  kolam adalah sebagai sarana untuk membudidayakan dan memelihara ikan. Jenis kolam ikan pun sangat beraneka ragam. Berikut beberapa jenis kolam ikan untuk budidaya ikan yang sering digunakan yang harus Anda ketahui.

1. Kolam Tanah

Kolam tanah banyak anda temukan di tengah-tengah perkampungan dan pekarangan rumah. Kolam tanah air tenang, bisa dibuat di tempat-tempat dengan sumber air terbatas.

Kelebihan kolam tanah adalah tanah yang menjadi dasar kolam merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai organisme yang menunjang kehidupan ikan. Organisme tersebut bisa bermanfaat juga sebagai pakan alami bagi ikan. Biaya pembuatan kolam tanah relatif lebih murah daripada jenis kolam lainnya. Kolam tanah juga lebih fleksibel, gampang di alih fungsikan untuk tujuan lain seperti sawah.

Kolam Tanah. Sumber: dictio.id

Jenis tanah yang baik untuk membuat kolam tanah adalah

  1. Tanah liat atau lempung yang sedikit berpasir (sandy loom), tanah liat ini berkadar liat 35-55% biasanya bersifat hidup dan mudah anda bentuk. Untuk mengetahuinya yaitu dengan cara menggenggam tanah tersebut (cara ini mungkin cara yang paling efektif). Tanah ini apabila dibentuk tidak mudah pecah dan tidak melekat ditangan apabila dibentuk sesuatu.
  2. Tanah lempung liat berpasir, terapan atau beranjang dengan kadar liat sekitar 20-35%. Kedua tanah ini sangat kuat untuk menahan air, sehingga cocok untuk pembuatan kolam budidaya ikan.
  3. Tanah lempung berpasir yang berfraksi kasar dengan kadar liat hanya sekitar 30%. Jenis tanah ini awalnya memang sangat sulit untuk menahan air. Namun lama-kelamaan dengan pengolahan tanah yang baik dan terus menerus, di tambah adanya sedimen atau endapan tanah yang terbawa air sungai maka akan timbul daya tahan akan air. Kolam di daerah pegunungan biasanya tergolong jenis ini, mengandung banyak pasir tetapi cukup layak dibuat pematang.
BACA JUGA:  Jenis-Jenis Ikan Lele yang Banyak Dibudidayakan

Tanah dengan kandungan pasir yang banyak (lebih dari 70%) terutama yang berbatu tidak cocok untuk dibuat kolam karena tidak bisa menahan air dan sulit dibentuk. Jenis tanah yang demikian masih memungkinkan apabila keseluruhannya dibeton atau ditembok.