You are currently viewing Jenis-Jenis Ikan Lele yang Banyak Dibudidayakan

Jenis-Jenis Ikan Lele yang Banyak Dibudidayakan

  • Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:5 mins read

Jenis-jenis ikan lele yang dibudidayakan biasanya memiliki sifat unggul seperti pertumbuhan cepat dan tahan terhadap penyakit. Selain itu, ia harus bisa tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang mempunyai kepadatan tinggi dan kondisi air minim.

Ikan lele banyak hidup di perairan air tawar hingga air payau. Beberepa peternak lele di Pantura Jawa berhasil membudidayakan ikan lele di tambak bekas bandeng dan udang. Pada dasarnya, lele hidup secara nocturnal, aktif bergerak di malam hari. Di perairan bebas lele berada di tempat-tempat air tergenang yang cenderung tenang seperti rawa, danau dan daerah sungai yang agak terlindung. Biasanya ikan ini memilih tempat-tempat yang teduh dan membuat lubang-lubang ditanah.

Di Indonesia, setidaknya terdapat dua spesies ikan lele yang biasa dibudidayakan masyarakat. Yaitu spesies Clarias Batrachus dan Clarias Gariepinus. Dari dua spesies ini, ada beberapa lele yang dikategorikan unggul yaitu lele dumbo, lele sangkuriang dan lele phyton.

Nah inilah jenis ikan lele yang populer dibudidayakan oleh peternak lele.

1. Ikan lele lokal

Ikan lele lokal memiliki nama latin Clarias Batrachus, merupakan jenis lele yang dikenal luas di masyarakat. Sebelum lele dumbo diperkenalkan di Indonesia, para peternak biasa membudidayakan ikan lele jenis ini. Namun saat ini sangat jarang peternak yang membudidayakan jenis lele lokal karena dipandang kurang menguntungkan. Lele lokal memiliki Food Convertion Ratio (FCR) yang tinggi, artinya rasio pakan yang diberikan terhadap berat daging yang dihasilkan tinggi. Perlu lebih dari satu kilogram pakan untuk menghasilkan satu kilogram daging dalam satu siklus budidaya. Selain itu, pertumbuhan lele lokal terbilang sangat lambat. Lele lokal yang berumur satu tahun masih kalah besar dengan lele dumbo berumur 2 bulan!

BACA JUGA:  Jenis Kolam Ikan yang Sering Digunakan

Terdapat tiga jenis lele lokal yang ada di Indonesia, yaitu lele hitam, lele putih atau belang putih dan lele merah. Diantara ketiga jenis lele itu, lele hitam paling banyak dibudidayakan untuk konsumsi. Sedangkan lele putih dan merah lebih banyak dibudidayakan sebagai ikan hias. Lele lokal memiliki patil yang tajam dan berbisa, terutama pada lele muda. Apabila menyengat, racun yang terdapat pada patil bisa membunuh mangsanya dan bagi manusia bisa membuat bengkak dan demam.

2. Ikan lele dumbo

Ikan lele dumbo pertama kali didatangkan ke Indonesia dari Taiwan pada tahun 1985. Ikan ini menjadi favorit dikalangan peternak karena pertumbuhannya yang cepat dan badannya yang bongsor dibandingkan dengan lele lokal. Sebagai perbandingan, lele dumbo berumur 2 bulan besar badannya bisa dua kali lipat dibanding lele lokal berumur satu tahun..

Ikan lele dumbo disukai karena beberapa keunggulan :

  • Badannya lebih besar daripada lele lokal
  • Tidak suka membuat lubang di tanah, jadi cocok untuk kolam tanah
  • Pertumbuhannya lebih cepat. Bayangkan lele dumbo berumur 2 bulan sudah seperti lele lokal berumur 1 tahun.

Adapun kelemahan lele dumbo adalah seperti berikut :

  • Lele dumbo dagingnya lembek, jika digoreng lebih mudah hancur sehingga harus hati hati
  • Rasanya tidak segurih lele lokal

Awal tahun 2000an pesona lele dumbo mulai memudar setelah merajai pasar lele selama belasan tahun. Ini karena kualitas lele dumbo yang dibibitkan semakin memudar. Akhirnya tahun 2004 mulai dikenalkan generasi baru lele dumbo, yakni lele sangkuriang

Tinggalkan Balasan